The Paper Plane

Paper Plane – Itulah nama band dadakan di kantor gue yang terbentuk karena ambisi 4 orang untuk dapetin duit 10 jt.

Thanks to my company, who held song competition for all APP mills. Yeah, I worked for one of APP’s mills in tangerang as graphic designer. For those of you who do not know yet, APP stands for Asia Pulp & Paper. Huge company in Paper business. There are 6 Mills all over indonesia. And this song competition was held between those Mills. So this competition would be no easy.

Pelopor dari band ini yaitu temen gue, si Rendy (orangnya yang tinggi gede, megang gitar di kanan foto) dia dikenal sebagai budak seks dulunya, tapi sekarang udah tobat sih, dah mau kawin pula. He’s my office’s bro.. Dia itu yang paling semangat waktu ada pengumuman lomba ini. Demi 10 jeti itu. Lha gue, sebagai bro, seperti tertulis dalam “the bro’s code” karangan Barney Stinson (how i met your mother) yaitu ‘ Bro will put everything he do to help his bro dump a chick’. Ya itu ga nyambung sih sebenernya. Tapi sebagai seorang Bro, gue merasa semangat kalo bro gue juga semangat. jadilah kita berdua mulai bikin lagunya. Rendy yang bikin lagunya sih, karna backgroundnya sebagai awesome playboy dan sangat mahir merangkai kata2 untuk menaklukan berbagai jenis cewe. So,this little thing is doesn’t matter for him. Maka jadilah lirik itu. Keren sih, trus kita sama2 bikin aransemennya. Pokoknya pas jam istirahat gitu kita ngumpet2 di ruang meeting gelap2an sambil bikin aransemen. Dan akhirnya jadilah tu lagu.

Tadinya sih kita pengen bikin band dengan sesedikit mungkin personilnya, kalo bisa cuma 2 aja, biar ntar hadiah 10 jt nya dibagi 2 doank! kwkwkwkwkwk.. tapi dipikir2 kita harus bikin band yang keren, dan dibutuhkan seorang drummer. Pas banget ada mas Esbe yang jago gebuk drum. Kebetulan kita satu unit semua. jadi udah kebentuk tuh satu band 3 orang, gue vokalis, rendy gitar, dan esbe drum.

Lha pas mau latian buat pertama kalinya. Pas banget ada anak baru yang masuk, desainer juga sama kaya gue, namanya Chrisna, cewe. Dan iseng2lah kita ngajakin dia latian. Eh dianya mau, trus jadi vokalis, dan gue pun didepak dari vokalis.. dan didaulat buat maen bass. What? Bass? gue sama sekali belom pernah megang bass sebelumnya. palingan juga maen gitar, tapi juga itu bisanya kunci2 standar, c, dm, g, am, em, f. Dan udah lupa pula. Terakhir gue maen gitar kira2 2 taun lalu.

Tapi, ternyata kuncinya gampang, kaya lagu2 peterpan, d’massive, dan band lain yang lagunya enak2 tapi kuncinya standar. Jadilah kue mau nyobain maen bass. tenyata ga susah2 amat. Gue diajari si bos Rendy, kayanya dia bisa main smua alat musik dah ( gue curiga dia bela2in blajar smua alat musik buat jadi chick magnet di masa lalunya ). anyway thanks bro.

Maka komplitlah personel PaperPlane band yang terdiri dari gue sebagai bassis, rendy gitar, esbe drum, dan chrisna vokal. Tapi di foto ini ada 1 orang namanya Andrew, dia sebagai produser paper plane, produser foto2 dan video tepatnya.

Cuma 4 kali latian, kita langsung rekaman. karna waktu emang udah mepet. Dan untungnya, dari menejemen perusahaan sangat2 mendukung kita, semua biaya rekaman dan akomodasi ditanggung perusahaan. jadi tambah semangat deh.. hehehehe.. jadilah hari senin tanggal 16 may kemaren kita rekaman di Legend studio, di daerah meruya. Dan sekarang udah di submit ke panitia.

Lagi2 thanks to my company, disini gue bisa dapet lumayan banyak pengalaman baru, temen baru, cerita baru, pengetahuan baru, dan sudut pandang baru.

Buat siapa aja yang baca tulisan ini, mohon doa nya biar paperplane bisa menggondol hadiah 10 jt itu..😉

thanks all~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s